Senin, 22 September 2014

Pertemuan Ketiga Sesi Pertama (18 September 2014)



Pada pertemuan ketiga disesi yang pertama saya belajar tentang Epistemologi.

Epistemologi
Berasal dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu). Dalam pengertian sederhana epistemologi berarti  teori tentang pengetahuan / theory of knowledge sedangkan dalam arti yang lebih luas epistemologi memiliki arti cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan.

Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan, yaitu:
1.      Empirisme
suatu cara atau metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman.
Bapak empirisme yang berasal dari Britania adalah John Locke. Beliau mengatakan bahwa pada waktu manusia di lahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong (tabula rasa), dan di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman-pengalaman inderawi.

2.      Rasionalisme
Pada metode ini dikatakan bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Para penganut rasionalisme yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide kita, dan bukannya di dalam diri barang sesuatu.

3.      Fenomenalisme
Bapak Fenomenalisme adalah Immanuel Kant.

Sifat epistemology
a)      Secara kritisàmempertanyakan atau menguji  cara kerja, pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia.
b)      Secara normatif àmenentukan tolok ukur atau norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan.
c)      Secara evaluatif à menilai apakah suatu keyakinan,pendapat suatu teori  dapat dipertanggungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.

Teori kebenaran dlm ilmu pengetahuan
      Teori kebenaran korespondensi
Kebenaran akan terjadi apabila subjek  yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataannya. Dalam teori ini sifat kebenaran korespondensi adalah subyektif, seperti saya melihat bunga itu berwarna merah dan kenyataannya bunga itu berwarna  merah.
      Teori kebenaran koherensi
Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek. Sifat kebenaran koherensi adalah  objektif, seperti beberapa dokter merasa yakin dan benar bahwa penyakit pasien itu disebabkan  keracunan makanan.
      Teori kebenaran pragmatik
Kebenaran akan terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya, seperti HP berguna untuk mempermudah seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain.
      Teori kebenaran konsensus
Kebenaran konsensus akan terjadi apabila ada kesepakatan yang  disertai  alasan tertentu. Contohnya adalah beberapa dokter yang menangani Bapak Gubernur sepakat bahwa  ia (pasien) harus dioperasi secepatnya karena penyakit usus buntunya sudah parah.
      Teori kebenaran semantik
Kebenaran semantik akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu kata.
Jadi, dengan adanya sifat epistemologi yang mencakup 3 hal yaitu: kritis,normatif dan evaluatif dapat melekat pada proses kegiatan kognitif ilmuwan sebagai tolak ukur kebenaran (sesuai teori kebenaran) yang dipertanggungjawab-kan secara logis pada Ilmu pengetahuan & kegiatan ilmiah.

Dipertemuan ini, ada satu contoh kasus yang diberikan agar dapat lebih memahami materi ini.



                                         “Pilkada Langsung dengan Pilkada Tidal Langsung”

Saat-saat ini, kasus ini kerap kali diperbincangkan oleh masyarakat. Bahkan kalo kita bisa lihat hampir acari seluruh acara di televisi membahas mengenai kasus ini. Kasus ini mengenai tentang pemilihan kepala daerah yang ingin dilakukan secara tidak langsung dengan melalui DPR. Tentu saja hal ini menimbulkan reaksi yang tidak sedikit dikalangan masyarakat. Bahkan jika kita lihat seorang wakil Gubernur DKI Jakarta yang sebentar lagi akan menjadi Gubernur DKI Jakarta sangat tidak setuju jika tentang pemilihan kepala daerah dilakukan secara tidak langsung dengan melalui perantara DPR.  Namun, ada juga yang merasa setuju jika pemilihan kepala daerah dilakukan secara tidak langsung karena menurut mereka itu semua dapat menghemat biaya.

Pendapat:
Saya tidak setuju jika pemilihan kepala daerah dilakukan secara tidak langsung.

Pendekatan:

Empirisme (berdasarkan pengalaman)
Menurut saya jika kita lihat dari cara kerja DPR itu sendiri sering kali mengecewakan kita sebagai masyarakat. Masyarakat kerap kali tidak puas dengan kinerja DPR karena dalam pelaksanaan tugasnya mereka tidak menjalankan tugas mereka dengan baik. Untuk itu masyarakat sangat ragu jika pemilihan kepala daerah akan dipilih oleh DPR karena takut terdapat kecurangan-kecurangan sehingga pemilihan kepala daerah tidak berlangsung dengan jujur dan juga tidak sesuai dengan pilihan masyarakat.

Sifat Kebenaran:
Kritis: Seperti yang kita ketahui bahwa Negara kita adalah Negara yang demokratis. Jika pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPR, dimanakah kebebasan masyarakat untuk memilih kepala daerah?

Normatif:  Menurut Undang-Undang Dasar RI dalam pasal 1 ayat 2 yang mengatakan kedaulatan ada di tangan rakyat itu menunjukkan bahwa rakyat berhak memilih kepala daerah secara langsung.

Evaluatif: Seperti yang kita ketahui, pilkada langsung setiap tahunnya mengalami perbaikan dan terlihat kemajuan yang signifikan dalam pelaksanaannya. Meski masih perlu ada yang dibenahi namun, pelaksaan ini cukup baik dan berlangsung dengan tertib. Ini menunjukkan bahwa pemikiran masyarakat sudah lebih dewasa dalam memilih tanpa harus mengundang kericuhan di mana-mana.

Teori Kebenaran
Menurut saya sesuai dengan teori kebenaran Pragmatik, Dilihat dari segi kegunaan, pemilihan langsung yang telah berjalan selama ini memberikan rakyat kebebasan untuk memilih dan sangat berguna untuk rakyat karena secara tidak langsung masyarakat terlibat dalam politik dan juga masyarakat terlibat dalam pesta demokrasi dimana masyarakat dapat dengan bebas dan leluasa memilih tanpa adanya paksaan.

Sumber diambil dari slide bahan kuliah ketiga :)

2 komentar: