FILSAFAT
MANUSIA
Filsafat
sebagai perenungan dicirikan oleh:
a. Mengkaji segala hal secara
kritis
b. Menggunakan metode dialektis
c. Berusaha mencapai realitas
terdalam (arkhe)
d. Bertujuan menangkap tujuan
ideal realitas
e.
Mengetahui
bagaimana harus hidup sebagai manusia
Bagian
filsafat ini mengupas apa arti manusia atau menyoroti hakikat atau esensi
manusia, memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life),
hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia.
Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri
dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Mengapa
kita perlu mempelajari filsafat manusia?
Manusia
adalah makhluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti
yang dalam dari “yang ada”, manusia juga bertanggung jawab terhadap dirinya
sendiri. Boleh saja jika kita tidak
harus tahu segala hal, tapi sekurang-kurangnya kita harus mengenal dan mengerti
diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.
Saat-saat
ini banyakk sekali anak-anak muda yang tidak tertarik akan filsafat terutama
filsafat manusia karena menurut mereka filsafat tidak berguna dan juga zaman
sekarang banyak ilmu yang mengkaji manusia yang memperkaya dan memperdalam
pengetahuan tentang manusia.
Beberapa
filsuf yang membahas mengenai filsafat manusia adalah:
a.
Plato
b.
Aristoteles
c.
Merleau-Ponty
d.
Paul
Ricoeur
e.
Martin
Heidegger
f.
Soren
Kierkegaard
g. Emmanuel Levinas
h. Gabriel Marcel
i.
Jacques
Lacan
j.
Jacques
Derrida
Jadi,
relevankah filsafat manusia?
• Ya, manusia itu dinamis, misteri dan
paradoksal
• Alasannya adalah:
1.
Dengan
bertanya manusia mewujudkan hakikat kemanusiaannya
2.
Dengan
mendalami manusia, manusia mengenal dirinya lebih baik
3. Sebagai
konsekuensi no.2 di atas, filsafat manusia mengantar manusia semakin
bertanggung jawab terhadap dirinya dan sesama. Misalnya kata Karl Marx, Erich
Fromm dan E. Levinas
Sebagai
bagian dari filsafat, cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat
pada umumnya yaitu: refleksi, analisa transendental dan sintesa juga ekstensif,
intensif dan kritis. Objek filsafat
manusia terbagi 2, yaitu objek material yang
berkaitan dengan manusia dan objek formal yang berkaitan dengan esensi manusia,
strukturnya yang fundamental.
Struktur
fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur
dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui
melalui daya pikir, bukan penginderaan.
Kata Max Scheler dan Heidegger
Tak
ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi
dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di
mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang
tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya
Kata A. Heschel tentang filsafat manusia dalam “Who
is man?” Stanford University Press, 1965
“filsafat
mempunyai perhatian terhadap manusia dalam totalitasnya, bukan dalam aspek ini
atau itu. setiap ilmu terspesialisasi (antropologi, linguistik, fisiologi,
kedokteran, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik), betapapun kerasnya
usaha mereka, mereka tetap membatasi totalitas dari individu dengan
memandangnya dari segi salah satu fungsi, atau dari dorongan tertentu.
Pengetahuan kita tentang manusia terpecah-pecah: kerapkali kita menggantikan
keseluruhan dengan salah satu bagian. Kita berusaha menghindari kesalahan itu”.
Sumber kuliah diambil dari slide bahan keenam :)



banyak gambarnya jadi ga bosen di baca hahaha nice post cin, 95 :)
BalasHapus