Jumat, 26 September 2014

Pertemuan Keenam Sesi Kedua (23 September 2014)



FILSAFAT MANUSIA

Filsafat sebagai perenungan dicirikan oleh:
a.       Mengkaji segala hal secara kritis
b.      Menggunakan metode dialektis
c.       Berusaha mencapai realitas terdalam (arkhe)
d.      Bertujuan menangkap tujuan ideal realitas
e.      Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia

Bagian filsafat ini mengupas apa arti manusia atau menyoroti hakikat atau esensi manusia, memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia. Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.

Mengapa kita perlu mempelajari filsafat manusia?
Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”, manusia juga bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Boleh saja jika kita  tidak harus tahu segala hal, tapi sekurang-kurangnya kita harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.

Saat-saat ini banyakk sekali anak-anak muda yang tidak tertarik akan filsafat terutama filsafat manusia karena menurut mereka filsafat tidak berguna dan juga zaman sekarang banyak ilmu yang mengkaji manusia yang memperkaya dan memperdalam pengetahuan tentang manusia.
Beberapa filsuf yang membahas mengenai filsafat manusia adalah:
a.       Plato 
b.      Aristoteles
c.       Merleau-Ponty
d.      Paul Ricoeur
e.      Martin Heidegger
f.        Soren Kierkegaard
g.       Emmanuel Levinas
h.      Gabriel Marcel
i.         Jacques Lacan
j.        Jacques Derrida

Jadi, relevankah filsafat manusia?
      Ya, manusia itu dinamis, misteri dan paradoksal
       Alasannya adalah:
1.    Dengan bertanya manusia mewujudkan hakikat kemanusiaannya
2.    Dengan mendalami manusia, manusia mengenal dirinya lebih baik
3.  Sebagai konsekuensi no.2 di atas, filsafat manusia mengantar manusia semakin bertanggung jawab terhadap dirinya dan sesama. Misalnya kata Karl Marx, Erich Fromm dan E. Levinas

Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya yaitu: refleksi, analisa transendental dan sintesa juga ekstensif, intensif dan kritis. Objek filsafat manusia terbagi 2, yaitu objek material yang berkaitan dengan manusia dan objek formal yang berkaitan dengan esensi manusia, strukturnya yang fundamental.

Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.

Kata Max Scheler dan Heidegger

Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya

Kata A. Heschel tentang filsafat manusia dalam “Who is man?” Stanford University Press, 1965

“filsafat mempunyai perhatian terhadap manusia dalam totalitasnya, bukan dalam aspek ini atau itu. setiap ilmu terspesialisasi (antropologi, linguistik, fisiologi, kedokteran, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik), betapapun kerasnya usaha mereka, mereka tetap membatasi totalitas dari individu dengan memandangnya dari segi salah satu fungsi, atau dari dorongan tertentu. Pengetahuan kita tentang manusia terpecah-pecah: kerapkali kita menggantikan keseluruhan dengan salah satu bagian. Kita berusaha menghindari kesalahan itu”.


Sumber kuliah diambil dari slide bahan keenam :)



1 komentar:

  1. banyak gambarnya jadi ga bosen di baca hahaha nice post cin, 95 :)

    BalasHapus