Haiii semuaaa,,, hari inii sayaa lanjutinnn shareee pertemuan kesembilan sesi yang keduaa. Nah,, pembahasaannn yang keduaa adalahh Manusia dan Etos Kerja. :)
Manusia dan Etos Kerja
Latar belakang dan sejarah
Masyarakat Yunani dan Abad Pertengahan
Pada masa Yunani kuno,
kerja atau pekerjaan kurang mendapat perhatian. Menurut Plato, jiwa manusia
memiliki struktur yang menyangkut 3 hal (rasionalitas atau pikiran, keberanian
dan keinginan atau kebutuhan) dimana yang
tertinggi adalah rasionalitas atau pikiran.
Dihubungkan dengan 3
pembagian kelas yaitu:
1. Para penasihat
2. Para pembantu atau militer
3. Para penghasil (petani, pengusaha , tukang
kayu, niagawan, dsb.)
Segala aktivitas yang
bersumber pada akal budi adalah peringkat paling tinggi sedangkan yang paling
rendah adalah para penghasil yang sumber kegiatannya berasal dari kebutuhan.
Menurut Aristoteles, kerja
yang berhubungan dengan tubuh adalah kerja para “budak” dan orang bebas baginya
adalah orang yang menggunakan pikirannya untuk bertindak, bukan yang
mengandalkan tubuhnya. Yang berharga
adalah aktivitas intelektif atau berpikir.
Masyarakat reformasi dan Industrialisasi
Pada masa protestanisme
dan industrialisasi, kerja mulai dianggap sebagai sesuatu yang penting.
Pada masa protestanisme
Marx Weber: kerja adalah
sarana untuk mengembangkan pribadi dan dunia serta keselamatan jiwa
Calvin: kerja sebagai
ungkapan rasa memiliki terhadap kerjaan surge
Pada masa industrialisasi
Kerja tidak dilihat lagi
sebagai kerangka religious tapi sebagai kerangka humanisasi dan manusia mulai
sadar dan mengakui dirinya sebagai subjek
Pandangan beberapa tokoh
1. John Locke
Pekerjaan menciptakan hak
alamiah
3 argumen dasar Locke
tentang kerja sebagai suatu hal yang mendasar bagi manusia :
- kelekatan kerja pada
tubuh manusia (kodrat)
- kerja merupakan
perwujudan diri manusia (otonom)
- kerja berkaitan dengan
hidup (jalan untuk mempertahankan hidup)
2. Adam Smith
Kebudayaan adalah hasil
kerja manusia
Ada 2 jenis pekerjaan :
Pekerjaan yang produktif
(kaum tani, buruh)
Pekerjaan yang tidak
produktif (prajurit,politisi,ahli hukum)
Tiga alasan pentingnya
pembagian kerja :
-
perbaikan kondisi hidup pekerja dan masyarakat ke arah yang lebih baik
-
Penghematan waktu
-
Mendorong penemuan baru yang mempermudah dan menghemat tenaga kerja
3. George Wilhelm Friedrich Hegel
Pekerjaan adalah keseluruhan
konteks kegiatan manusia. Manusia menemukan diri apabila menyadari sepenuhnya
apa yang dikerjakannya. Kesadaran
dapat berbentuk kesadaran akan
keakuan manusia secara negative dan
juga kesadaran bahwa tanpa objek,
manusia tidak memiliki kesadaran
4. Karl Marx
pencapaian kenyataan
manusia hanya bisa terjadi melalui pekerjaan melalui aspek sosial dan historis.
Hasil kerja manusia tidak saja dinikmati sendirinya tapi juga dirasakan oleh
orang lain di berbagai zaman.
Sejarah kerja
Sekitar 2600 tahun yang lalu di Yunani
Hesiodotus : kerja adalah
isi utama dari kehidupan manusia
Di Erope pada abad ke 14
Para Rahib Benediktin
bekerja di ladang dan sawah bergantian dengan mereka berdoa. Kerja tangan sama
sucinya seperti orang berdoa
Berbagai macam level
manusia sesuai dengan pekerjaannya menurut Plato:
1. Pada masa perbudakan : kerja merupakan
perubahan derajat / strata manusia
2. Sisi lain : kerja adalah sesuatu yang
rendah
Pada abad 17 dan 18
John Locke : pekerjaan
merupakan sumber untuk memperoleh hak milik pribadi
Hegel : pekerjaan membawa
manusia menemukan dan mengaktualisasikan dirinya
Karl Marx : pekerjaan
merupakan sarana untuk menciptakan diri
Hakikat kerja
Kerja adalah wadah bagi
pembentukan diri manusia dalam membangun dunianya
H. Arvon menyebutkan 3
faktor yang menilai apakah sebuah kegiatan dapat disebut bekerja:
1. Keterlibatan dimensi subjek secara
intensif
2. Hasil yang bermanfaat
3. Mengeluarkan energy
Kerja / pekerjaan adalah
segala kegiatan yang direncanakan, melibatkan pikiran dan kemauan yang sunugguh
– sungguh serta memiliki suatu tujuan yang ingin dicapai
Kerja manusia vs kerja Hewan
Perbedaan :
Jenis energy yang dikerahkan
Hewan : energy fisik
Manusia : energy psikis
& energy spiritual
Hasil kerja
Hewan : untuk keperluan bertahan
hidup & kebutuhan biologisnya
Manusia : lebih dari
sekedar kebutuhan psikisnya, juga kebutuhan spiritualnya
Dorongan kerja
Hewan : naluri
Manusia : manusia
menentukan diri di dalamnya, punya pilihan bekerja
Elemen kerja
- Elemen subjek : potensi / kekuatan
yang melekat dalam diri manusia
- Elemen objek : pendukung untuk
merealisasikan pikiran, rencena serta kehendaknya
Peran istimewa tangan
1.
membagi, memegang dengan kuat, mendorong dan menarik
2.
menghadirkan apa yang ada di dalam pikiran seseorang
3.
berhubungan dengan inteligensi
Dimensi kerja
a. Dimensi personal
Lewat kerja, manusia
menunjukkan nilai kemanusiaanya, membuktikan diri sebagai manusia, dan
mengungkapan keunikan dan totalitas diri setiap pribadi
b. Dimensi social
Kerja sebagai sarana
perwujudan kepedulian setiap pribadi kepada orang lain. Pekerjaan merupakan
jembatan antara umat manusia dari satu zaman ke zaman berikutnya (aspek
historis)
c. Dimensi etis
Nilai – nilai etis yang
dikandung atau dituntut dalam kerja :
1. Keadilan
2. Tanggung jawab
3. Kejujuran
Etos kerja
Menurut Usman Pelly :
Etos kerja adalah sikap
yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang disadari oleh sistem
orientasi nilai budaya
Menurut Toto Tasmara :
Etos kerja adalah
totalitas kepribadian dirinya serta carnya mengekspresikan, memandang, meyakini
dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan
meraih amal yang optimal sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya
dan antara manusia dengan mahluk lainnya dapat terjalin dengan baik
Hal – hal penting yang
berhubungan dengan etos kerja :
1. Orientasi ke masa depan
2. Menghargai waktu dengan adanya disiplin
waktu
3. Tanggung jawab
4. Hemat dan sederhana
5. Persaingan sehat
Secara umum :
Etos kerja adalah
penggerak perbuatan dan kegiatan individu sebagai seorang pengusaha
Fungsi etos kerja
1. Pendorong timbulnya perbuatan
2. Penggairah dalam aktivitas
3. Penggerak
Cara menumbuhkan etos kerja
1. Menumbuhkan sikap optimis
2. Jadilah diri anda sendiri
3. Keberanian untuk memulai
4. Kerja dan waktu
5. Konsentrasi dan focus pada pekerjaan
Kerja bermartabat
Kerja bermartabat adalah komitmen
setiap organisasi untuk membangun lingkungan kerja yang kondusif dan positif
sedemikian rupa sehingga terbangun hubungan kerja yang manusiawi
Hak seorang pekerja dalam
lingkungan kerja yang bermartabat :
1. Diperlakukan secara bermartabat
2. Bekerja dalam lingkungan atau suasana
kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan
3. Bebas dari ketakutan dan diskriminasi
4. Menerima penghargaan atas keterampilan dan
kemampuan profesionalnya
5. Menerima penghasilan yang layak
Menurut Kasdin Sitohang :
Manusia tidak sekedar
bekerja, tetapi juga berkarya dan mewujudkan dirinya secara utuh. Kode etik
profesi dapat diandalkan sarana / prinsip – prinsip moral (prinsip kejujuran,
tidak berperilaku buruk, tidak melanggar hukum, berperilaku adil dan
proporsional)
Etos kerja di Jerman: Mittelstand
10 tahun lalu perusahaan –
perusahaan Jerman menolak untuk melakukan investasi finansial di bursa-bursa
saham untuk meraup keuntungan secara cepat dan masih giat memproduksi berbagai
bentuk barang (kuno dan konservatif). Saat Eropa krisis hutang, ekonomi Jerman
surplus, ekspor meningkat dan angka pengangguran terendah. Hal ini dikarenakan Mittelstand
(kelas menengah) memiliki etos kerja radikal, spesialisasi, familiaritas,
kejujuran, konservatisme keuangan, investasi pada manusia, dan pemerintah yang
kompeten
Etos kerja dan spesialisasi
Semboyan yang terkenal
adalah “Work hard, play hard” (etos kerja radikal). Salah satu kunci
keberhasilan ekonomi Jerman adalah spesialisasi produk dari setiap daerah yang
sesuai dengan kekhasan mereka masing - masing
Familiaritas dan Konservatisme
Contoh perusahaan –
perusahaan dengan bisnis Mittelstand :
1. Pabrik sepatu Meindl :
Kekeluargaan yang tidak
merusak produktivitas, malahan perusahaan ini eksportir besar sepatu ke Eropa
dan AS
2. Pabrik mobil Audi :
Familiaritas antar pekerja
maupun dengan pemimpin, dampaknya perusahaan ini bermutu tiinggi dan
berorientasi internasional
Pabrik yang menerapkan
kebijakan jujur dan konservatif yaitu tidak mau mendapatkan uang cepat karena
bermain saham, menipu bank serta yang menggunakan prinsip Mittelstand yang
walaupun terkesan kuno namun mampu menggiring perusahaan – perusahaan tersebut
berhasil.
Peran pemerintah
Pemerintah jerman yang
amat birokratis dan semi paranoid demi alasan keamanan dan untuk melindungi
orang orang yang ingin meminjam uang di bank sehingga mereka tidak terlilit
hutang yang tidak mampu dibayarnya nanti
Kesimpulan keseluruhan tentang Jerman
Etos kerja radikal,
spesialisasi kerja dan produksi, familiaritas dan kejujuran, konservatisme
keuangan, investasi pada manusia dan pemerintah yang kompeten adalah roh dari
Mittelstand Jerman yang membuat Negara kecil tersebut bertahan di tengah krisis
– krisis finansial dunia.
Sumber diperoleh dari modul pertemuan kesembilan :)