Jumat, 19 September 2014

Pertemuan Kedua (16 September 2014)



Hari ini saya akan posting tentang apa saja yang saya pelajari di hari kedua. Di hari kedua saya belajar tentang Pencabangan Filsafat yaitu Aksiologi dan Metafisika. Sangat tidak mudah untuk memahami apa yang di ajarkan oleh dosen saat itu. Namun, saya mencoba untuk memahaminya lebih lanjut dengan membaca ulang apa yang telah dipresentasikan oleh para dosen. 

Metafisika
ð         Berasal dari kata Meta yang berarti sesudah dan Physica yang berarti fisika.
ð      Jadi, metafisika dalam pengertian singkat berarti sesudah fisika, jika dalam pengertian umum     memiliki arti pembahasan falsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada.

Metafisika dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Metafisika Umum (ontologi)           Tiga teori ontologis:
1)  Idealisme memiliki arti ada sesungguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam alam indrawi hanyalah bayangan dari yang sesungguhnya.
2)    Materialisme memiliki arti menolak hal yang  tak kelihatan.
3)  Dualisme  yaitu tipe fundamental substansi adalah materi (secara fisis) dan mental (tidak kelihatan secara fisis).

2. Metafisika Khusus (Teologi Metafisik)
ð   Teologi metafisik dikenal dengan theodicea yang membahas kepercayaan pada Allah di tengah realitas kejahatan yang merajalela di dunia.
ð        Beberapa tokoh yang membahas teologi metafisik yaitu:
a)      Anselmus

 










 
b)     Descartes











 
c)      Thomas Aquinas

 










  
d)     Immanuel Kant


Awalnya saya berpikir bahwa metafisika membahas hal yang berkaitan dengan fisika namun setelah dipelajari metafisika belajar tentang segala sesuatu yang ada. Yang saya tangkap dari pelajaran ini bahwa para filsuf saat itu percaya dengan hal-hal yang terlihat (nyata/real). Mereka tidak percaya kepda hal-hal yang tidak real. Kemudian ada juga pembahasan mengenai kepercayaan pada Allah di tengah realitas kejahatan yang merajalela di dunia.

Aksiologi
ð     Berasal dari kata dalam bahsa Yunani, yaitu axios dan logos. Axios berarti nilai dan logos berarti ilmu.
ð     Menurut Surisumantri, beliau menyatakan bahwa aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.

Fakta
ð        Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata, berlangsung begitu saja.
ð        Fakta selalu mendahului nilai, duluan fakta baru penilaian atas fakta tersebut.

Nilai
ð       Sebagai sesuatu yang berlaku, sesuatu yang memikat/mengimbau kita.


Ciri-ciri nilai ada 3, yaitu:
1)      Nilai berkaitan dengan subjek.
2)      Nilai tampil dalam konteks praktis.
3)      Nilai menyangkut  sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek.

Macam-macam  nilai, yaitu:
  1. Nilai ekonomis berbicara mengenai hukum ekonomi.
  2. Nilai estetis berkatitan dengan saat menikmati lukisan, atau lagu yang indah.

Nilai dibagi dalam 4 kelompok, yaitu:
  1.  Nilai yang menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan terdapat dalam objek yang perpadanan dengan makluk punya indera.
  2. Nilai-nilai vitalitas seperti perasaan halus, kasar,  luhur.
  3. Nilai rohani seperti  nilai estetis (bagus jelek) benar salah (tidak terikat pada permasalah inderawi).
  4. Nilai Religius seperti yang kudus dan tidak kudus menyangkut objek absolut.

Nilai Moral
ð       Nilai moral memiliki kekuatan besar yang memaksa untuk menerimanya, walaupun bertentangan dengan hasrat kecenderungan dan kepentingan pribadi kita.
Kemudian dijelaskan pula bahwa sebelum kita menilai segala sesuatu pasti ada fakta terlebih dahulu yang mendasari suatu penilaian. Nilai dapat bersifat obyektif maupun subyektif. Suatu nilai dikatakan obyektif apabila nilai-nilai tidak tergantung pada subyek atau kesadaran yang menilai sedangkan suatu nilai dikatakan bersifat subyektif apabila subyek berperan dalam memberikan penilaian, kesadaran manusia menjadi tolak ukurnya.
Nilai dapat mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan-tindakannya. Kemudian nilai dapat menata hubungan sosial dalam masyarakat, memperkuat identitas kita sebagai manusia. Terkadang nilai juga memaksa seseorang untuk mengikutinya walaupun tidak sesuai dengan hati nurani.  Sepertinyaa ituu sajaa yang dapat saya sharing kan tentang apa yang saya dapat pada pertemuan kedua. Thank youuu :)

Sumber diambil dari slide bahan kuliah kedua :)

10 komentar:

  1. Lengkap banget yaaa,95 untuk cindyyy

    BalasHapus
  2. cindyy blognya bagus haha gua saranin ya cin biar makin bagus coba dirapiin deh format tulisannya hehehe gua nilai 86 ya :)

    BalasHapus
  3. bagus nih isi blognya, di rapiin lgi aja ya susunan nya hhe. aku kasi nilai 87 :)

    BalasHapus
  4. bagus cin blognya, rapi pake gambar lagi hahaha 88 ya :)

    BalasHapus
  5. bagus cindy blog nyaa... pake gambar kasih nilai 87 yaaa ^^

    BalasHapus
  6. Cynn blognya baguss :) backgroundnyaaa juga lucuuu hahaha 83 deh cyn buat kamuuuu

    BalasHapus
  7. Cindy menarik bgt blog nya . Lengkap pake foto tokoh2 lagii . 86 buat kamuu . Mampir ke blog gwen jg ya jgn lupaaa

    BalasHapus
  8. Lengkap sekali ada foto tokoh tokohnya hehe 88 buat kamuuuu

    BalasHapus